Implikasi Polemik Pemberontakan Etnis Terhadap Regional Tanduk Afrika

Fakta

  • Seperti dilansir oleh Al Jazeera pada hari ini, Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed memutuskan untuk memimpin pasukan perlawanan terhadap gerakan pemberontakan Tigray People‚Äôs Liberation Front (TPLF) di garis depan medan pertempuran.
  • Sebelumnya, pada tahun 2020, PM Abiy Ahmed memulai kampanye militer untuk membasmi TPLF yang berpusat di daerah utara dari negara ini. Namun banyak pakar dan analisis yang mengatakan bahwa keputusan ini adalah keputusan yang paling bermasalah selama PM Abiy Ahmed menjabat. Hal ini berdasarkan bagaimana keputusan itu memicu serangkaian konflik bersenjata antara pihak PM Abiy Ahmed dan beberapa pasukan pemberontakan yang ada di Ethiopia.
  • PM Abiy Ahmed tidak hanya berfokus pada TPLF saja, melainkan terdapat juga Oromo Liberation Army (OLA) yang berpusat di bagian barat. Oromo merupakan etnis terbesar di Ethiopia (35%), diikuti oleh etnis Amhara (28%).
  • Presiden Kenya dan Afrika Selatan mengkhawatirkan meningkatnya intensitas eskalasi militer yang terjadi di Ethiopia.

 

Analisa

  • Dengan semakin meningkatnya eskalasi militer yang terjadi, bisa dimungkinkan adanya krisis kemanusiaan yang lebih mengkhawatirkan dari yang sudah ada. Kelaparan, perampasan logistik oleh pemberontak dari warga sipil dan tentunya keamanan.
  • Kemelut dalam negeri Ethiopia bisa saja memberikan efek domino bagi negara-negara di regional Teluk Afrika. Seperti yang kita ketahui, regional ini pernah terlibat perang Somalia Raya di tahun 1960-an. Dan mungkin saja akan kembali terulang.
  • Perjanjian damai antara Isaias Afwerki Presiden Eritrea dan Abiy Ahmed PM Ethiopia ditenggarai tidak hanya sebagai perjanjian damai belaka. Namun juga perjanjian aliansi untuk menumpas pemberontak Tigray yang berada di sisi selatan Eritrea dan bagian utara Ethiopia.
  • TPLF sudah menekan perjanjian aliansi dengan OLA untuk menggulingkan pemerintahan PM Abiy Ahmed. Tentunya mengkhawatirkan Kenya yang memiliki setengah juta etnis Oromo di teritorinya.
  • Kampanye militer TPLF hari-hari ini, bisa kita simpulkan ingin meraih wilayah yang terdekat dengan Djibouti. Hal ini didasari dengan perairan yang dimiliki Djibouti untuk memasok suplai logistik dengan mudah.

Penulis : Tata Auniy

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *